Rabu, 24 Agustus 2022

TENTANG PEKERJAAN YANG AHHH... INDAHNYA... ☺☺☺

Bismillahirahmanirahim...

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Setelah lama menghilang, sepertinya kini aku kembali membuka lembaran baru dalam catatanku ini. Sedikit menyakitkan memang jika membuka blog ini. Ya, karena seseorang yang sangat berjasa dalam penciptaan blog ini telah Allah panggil pulang untuk kembali ke pada-Nya. Ya, Ibu Savitri Mutia Agustine, seseorang pegiat literasi yang sangat aktif berliterasi dan mengajarkan literasi bagi kami selaku "rekan" menulis beliau. Bagi yang membaca catatan kecil ini dan bekenan untuk mengirimkan doa untuk beliau, semoga segala perjuangan juga kontribusinya bagi dunia literasi bisa menjadi amal jariyah bagi beliau, dan bisa bermanfaat bagi kita yang ditinggalkan.

Berbicara tentang literasi, entah itu sedikit atau banyak pasti berkaitan dengan perpustakaan. Kenapa perpustakaan, karena sejatinya perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Setidaknya itu yang tertuang dalam Undang-undang No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan. 

Dalam pengertian di atas disebutkan bahwa perpustakaan adalah sebuah institusi dimana dalam KBBI disebutkan bahwa institusi adalah (1) lembaga; pranata: telah disusun -- adat istiadat, kebiasaan, dan aturan-aturan; (2)sesuatu yang dilembagakan oleh undang-undang, adat atau kebiasaan (seperti perkumpulan, paguyuban, organisasi sosial, dan kebiasaan berhalal-bihalal pada hari Lebaran); (3) gedung tempat diselenggarakannya kegiatan perkumpulan atau organisasi. Nah, dari pengertian tersebut ada yang mau bantu berpendapat tentang perpustakaan adalah sebuah intuisi...? Tulis di kolom komentar yaa....

Setelah kata institusi, ada juga kata "pengelola". Pengelola artinya adalah orang yang mengelola, atau apa ya...? ada yang bisa kasih pencerahan juga? Selanjutnya ada kata "karya tulis, karya cetak, atau karya rekam". Nah, dari ketiga kata tersebut, coba kita fokus kepada kata karya. Ya, karya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berasasal dari bahasas Sanskerta yang berarti "perbuatan, tindakan, urusan, pekerjaan atau fungsi". Sedangkan karya sendiri adalah (1) pekerjaan; (2) hasil perbuatan; buatan; ciptaan (terutama hasil karangan. Lalu, silakan gabungkan pengertian karya tersebut dengan kata "tulis", "cetak", ataupun "rekam". Seperti biasa, untuk pemahamannya bisa di tuangkan di kolom komentar.

Lalu, ada juga kata profesional dan sistem yang baku. Profesional disini artinya si perpustakaan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, kemudian sistem yang baku artinya si perpustakaan ini haruslah tersusun sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan, gunanya supaya si jalannya perpustakaan tidak acak-acakan, alias selalu beredar pada garis edarnya, eh apa sihh...? 

Dari pengertian perpustakaan di atas, setidaknya terdapat lima fungsi dari perpustakaan diantaranya:

  • Memenuhi kebutuhan Pendidikan; 
  • Penelitian;
  • Pelestarian;
  • Informasi; dan 
  • Rekreasi.

Nah, maksud dari memenuhi kebutuhan pendidikan adalah, karya-karya yang terdapat di perpustakaan seyogyanya digunakan sebagai sarana pendidikan bagi para pemustakanya. Selain memenuhi kebutuhan pendidikan, perpustakaan juga dijadikan sarana untuk penelitian, baik itu meneliti tentang perpustakaannya, atau memanfaatkan segala koleksi yang terdapat di pepustakaan untuk bahan penelitian. Bahkan, hasil dari penelitian tersebut juga bisa disumbangkan ke perpustakaan untuk menambah koleksi perpustakaan, wahh makin kaya aja nih si perpustakaan. 

Kemudian yang ketiga adalah untuk pelestarian. Nah, di perpustakaan ini, kalian juga bisa mencari karya-karya terbitan lama, karya jadul, atau apapun itu namanya, sehingga karya tersebut tetaplah lestari (abadi). Terlebih, jika perpustakaan yang kalian kunjungi tersebut sudah menggunakan sistem yang semakin canggih (up to date), dengan ah, entahlah apa itu namanya, bantu aku mecari tahu. Lalu ada juga informasi. maksud informasi di sini, perpustakaan adalah sumbernya (sumber informasi). Begitu banyak, koleksi-koleksi yang memberikan informasi bagi para pemustakanya, terlebih lagi informasi yang disediakan oleh perpustakaan sumbernya dapat dipertanggungjawabkan, dari pada sumber selain perpustakaan, google misalnya. 

Terakhir, perpustakaan juga berguna sebagai sarana rekreasi. Maksudnya apa nih? bukankah rekreasi itu harusnya di tempat hiburan, di alam terbuka, atau di tempat wisata? Nah, bagi kalian yang haus akan informasi, membutuhkan ketenangan, atau melepaskan penat, kalian bisa banget datang ke perpustakaan. Karena saat ini, perpus bukan hanya menjadi gudang buku atau apalah namanya. Perpus kekinian sudah menerapkan program Perpustakaan berbasis inklusi sosial, dimana kegiatan-kegiatan yang ada di perpus sudah tidak konvensional lagi. Banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan di perpustakaan.

Waduh, baru nulis segini aja, kepala mimin udah mau petjah... karena sebetulnya masih banyak yang pengen aku utarakan terkait dengan perpustakaan. FYI, mimin bergelut dengan dunia perpustakaan sudah sepuluh tahun lebih. kebayang gak tuh, kalo misalnya semua fungsi perpustakaan tadi mimin manfaatkan dengan semaksimal mungkin? Pasti udah pinter banget nih aku. 

BTW, Mimin adalah pengelola perpustakaan MA. Miftahul Huda yang beralamat di Jl. Sukabumi-Sagaranten KM 26, desa Buniayu 02/06, desa Kertaangsana, Nyalindung, Sukabumi. Sebuah perpustakaan sekolah yang ada di lingkungan Yayasan Al-Mas'udiyah. Banyak banget suka-dukanya menjadi tenaga perpustakaan di sekolah yang jika dibandingkan dengan sekolah besar di kota-kota besar kami adalah sekolah kecil cenderung mikro, namun kami memiliki cita-cita mulia yakni "mencerdaskan kehidupan bangsa", dan "ikut melaksanakan ketertiban dunia". 

Mau tahu kisah selengkapnya? Tunggu di postingan selanjutnya...

Terimakasih yang telah membaca tulisan ini dari awal sampai pada tahap ini. Tulisan ini murni isinya adalah curahan hati dan pikirran penulis, guna mengerjakan tugas pendidikan dan pelatihan promosi perpustakaan. Doakan mimin juga supaya lulus ya diklatnya, dan mendapatkan nilai yang sempurna, menurut kadar kemampuan mimin. 

Ohh, iya jangan lupa bagi yang berminat menuliskan kesimpulan dari pemaparan di atas yuk dibantu yuk... Kritik dan Saran amat mimin nantikan kehadirannya. Semoga apa yang mimin tuliskan kali ini bermanfaat dan bisa menjadi amal baik bagi mimin, jika nanti mimin menyusul dipanggil Yang Maha Kuasa. 

Terakhir, jangan lupa makan kalo laper, jangan lupa tidur kalo ngantuk. sekian...

Wabillahi taufik wal hidayah...

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh...


Minggu, 28 Maret 2021

Kacau!!!

"Aku berjalan,

Menyusuri malam,

Setelah patah hatiku....

Aku berdoa,

Semoga saja,

Ini terbaik untuknya...."


Ya, mau gimana lagi ya. Mungkin emang udah takdirnya aja kayak gini. Di gelap malam bulan purnama ini, angin bertiup, dingin. Bintang kerlap-kerlip di langit, bulan purnama berseri, seolah mereka tau dan ingin menenangkan diri ini.


Berjalan sendiri di trotoar, beberapa puluh meter. Kulirik jam digital yang tertera di layar ponsel. Waduh, pukul 20.19, bagaimana aku bisa pulang ke rumah? Aku takut. Malam ini Ayah pasti sudah datang. Ah, kacau semua.


Tuhan, entah bagaimana malam ini. Tidak bisakah Engkau tunjukan kemurahan-Mu padaku sekali lagi? Setidaknya jangan biarkan Ayah membombardir dengan segala pertanyaan dan pernyataannya padaku. Sudah cukup penderitaanku malam ini.


Langkah demi langkah kutapaki di teras toko yang berjejer rapi. Padahal kalo si matahari masih setia menemani, emperan ini penuh berdesakan antara manusia dan makhluk lain. Tapi kenapa kok sekarang begitu mencekam. Bukan karena mobil ambulance, atau karena motor supra yang kau gunakan untuk membonceng dia. Mana pake pelukan segala lagi.


Kalo aja waktu itu aku nggak jajan pentol pedas mang Jikrun, mungkin aku nggak perlu ingat kejadian pilu waktu itu. Kejadian dimana para pencari rupiah berganti shif. Saat sinar senja berjalan menuju haribaannya. Eh, kenapa dia lewat depan mata gue...? Pake peluk-pelukan lagi. Pan itu motor gua yang bantu buat bayar kreditnya. Tapi kenapa lu tega bet dah.


Tik tok tik tok, guman detik yang terus aja berdetak di kepalaku. Argh, ingin pecah rasanya. Bagaimana kalau ayahku tahu, bahwa hati dan pikiran putrinya sedang galau berat. Galau karena sepasang manusia yang mencoba mencuranginya. Ya, mereka curang. Kalo seandainya dia memang serius, dia pasti ikut berjuang. Seenggaknya tangan berbunyi karena tepukan yang bersambut.


Tiba-tiba ingatanku beralih saat menjawab pertanyaan "apa yang anda pikirkan?" dari aplikasi berlogo f kecil, warnanya biru. "Kalo nggak bisa jawab 'iya', seenggaknya kamu bisa bilang 'maaf, aku nggak mencintai kamu!', itu juga udah cukup buat aku." Kira- begitulah isinya.


Oh Tuhan,! Kalimat itu sudah tertulis selama 4 tahun. Facebook mengingatkannya lewat fitur kenangan. Rupanya, apa yang aku tulis waktu itu masih tetap ada ya. Apakah dia abadi? Sehingga masih muncul dengan tanpa dosa memanggil memori dalam otak yang sudah lama tersimpan. Nyatanya, orang yang kuberi kode lewat status itu ternyata membalas dengan pilihan yang kedua. Dia ternyata peka juga gais.


Mungkin hampir sama seperti itu juga ya. Maksud dari Diarpus Kab. Sukabumi di Kelas Menulis Perpustakaan 4. Di angkatan yang ini, mereka mencoba memberi tema "Abadi Melalui Fiksi" untuk karya yang akan mereka hasilkan. Walaupun sebagian status yang di aplikasi biru itu mencoba menampilkan segala keluh kesah selama menjalani fase dari sedikit kehidupanku, lewat tulisan tentunya. Tapi mereka abadi. Walau harus menunngu  di satu tahun berikutnya, tapi mereka tetap abadi (sampai aku menghapusnya).


Kembali ku nyalakan layar ponsel, tertera di sana angka 20.47. Waduh, bagaimana dengan ayahku?


#KMP4diarpus #KMP2021 #abadidalamfiksi #wicha_dnia

Selasa, 16 Maret 2021

Lirik dan Terjemah Bahasa Indonesia Lagu "MODAR" (Modal Sabar) Stand Here Alone feat. Asep Balon


halo halo halo holaaa.....

kembali bersama rasa yang berliku...

kali ini aku mau coba sharing lagu ketika kamu melihat pacarmu selingkuh di depan matamu, tapi, kamu nggak bisa apa-apa. Asli nyesek banget kan...

Nih, ada Band Stand Here Alone yang berkolaborasi sama Kang Asep Balon, untuk profil masing-masingnya silakan kalian cari sendiri di gugel yaa... sayanya kurang baca, jadi kurang referensi. Jadi ada sedikit pesan buat kalian juga, kalo kalian pengen banyak tahu, silakan banyak baca. Pengen banyak tau disini bukan berarti kalian KEPO, da kepo mah ulah atuh... komo kana urusan sensitip batur mah teu meunang pisan eta mah. ehhhh, naha jadi ngacapruk... sok lah derrrr,, ini dia, Stand Here Alone featuring Asep Balon dalam lagu Modal Sabar alias MODAr...

check this out....


Stand Here Alone (SHA)

Lamun moal miluan (Kalo nggak mau ikut)

Ulah hayang ngasaan (Jangan lu ikut campur)

Urang rek berjuang (Aku kan berjuang)

Kendae sorangan (Biarin sendiri)


Basa poe harita (Waktu itu)

Gawe di pabrik Cina (Kerja di Pabrik Cina)

Urang teu kahaja  (Aku nggak sengaja)

Ningali maneh jeung si eta (Liat kamu dan dia)

Jeung si goblog eta (sama si goblog itu)

Tatangkeupan duaan na motor supra (Berpelukan berdua di motor supra)


Reff:

Lamun hayang nyaho mah (Kalo pengen tau)

Urang leweh kuduna (Harusnya nangis aku)

Tapi era ku babaturan (Tapi malu sama orang)

Era ku tukang dagang (Malu sama tukang dagang)

Meuni kabina-bina (Duh sungguh terlalu)

Salingkuh jeung si eta (Selingkuh sama dia)

Padahal mah goreng patut beungeutna (Padahal buruk rupa tampangnya)


ASEP BALON

Sia salingkuh jeung siluman cangkang Pantine (Elu selingkuh sama siluman bungkus sampo Pantine)

Anu beungeut na bubuk jiga pamulangan Pecin (yang wajahnya ancur kayak kembalian mecin)

Aing lain teu payu, lain euweuh nu beuki (Gue bukannya nggak laku, bukan nggak ada yang menarik)

Karna ngan barang murahan anu babari dibeuli (Karena cuma barang murahan yang gampang untuk dibeli)

Meunangkeun si eta jigana sia kurang jampe (Elu dapet dia kayak elu kurang doa)

Jiga meunangkeun kabogoh ti hadiah ale-ale (Kayak ngedapetin pacar dari hadiah ale-ale)

Babari ganti pasangan siga euweuh hargaan (Gampang banget lu ganti pasangan, kayak nggak ada harganya)

Clek ka ditu ka dieu Jiga kencleng Jum'atan (Hap kesana kemari kayak pak ogah jum'atan)


SHA

Maneh jeung si eta (Elu sama dia)

Jeung si Goblog eta (Sama si Goblog itu)

Tatangkeupan duaan na Motor Supra (Berpelukan berdua di motor Supra)

Reff:

Lamun hayang nyaho mah (Kalo pengen tau)

Urang leweh kuduna (Harusnya nangis aku)

Tapi era ku babaturan (Tapi malu sama orang)

Era ku tukang dagang (Malu sama tukang dagang)

Meuni kabina-bina (Duh sungguh terlalu)

Salingkuh jeung si eta (Selingkuh sama dia)

Padahal mah goreng patut beungeutna (Padahal buruk rupa tampangnya)
 
SHA: Urang pernah ngurung di kamar (Gue pernah ngurung diri)
AB: Hulang-huleng nepi ka poho dahar (Ngelamun sampe lupa makan)
SHA: Nepika erek modar (Sampe mau mati)
AB: Hayang ulin tapi da aing bangkar (Pengen main tapi udah kayak zombie)
SHA: Untung babeh urang asup ka kamar (Untung babeh gue masuk ke kamar)
SHA: Jadi teu jadi modar (Jadi nggak jadi Mati)
AB: Kala hirup panjang keneh jadi aing kudu sabar (Masa hidupku masih panjang, jadi aku harus sabar)

SHA

Lamun hayang nyaho mah (Kalo pengen tau)

Urang leweh kuduna (Harusnya nangis aku)

Tapi era ku babaturan (Tapi malu sama orang)

Era ku tukang dagang (Malu sama tukang dagang)

Meuni kabina-bina (Duh sungguh terlalu)

Salingkuh jeung si eta (Selingkuh sama dia)

Padahal mah goreng patut beungeutna (Padahal buruk rupa tampangnya)
 
 
ASEP BALON:
Merjuangkeun sia hirup aing pabelit (Merjuangin elu hidup gue jadi kacau)
 Mun nyaho bakal kieu, mending aing ngepel masjid ( kalo tau gini, mending gue ngepel Masjid)
Puguh meunang pahala jauh kana cilaka (Dah pasti dapet pahala, juga jauh dari celaka)
Moal ngabatin mun ngadangukeun lagu armada (Nggak bakal galau parah kalo denger lagu armada)

Tapi aing yakin sia bakal hayang balikan (Tapi, gue yakin Lu pasti minta balikan)
Nu nyaah siga aing sok mangga we pilarian (Yang sayang kayak gue, silakan lu cari)
Sok we kalem ka aing mah tong ngarasa karunya (Selow ae, jangan kasianin gue)
Karena kabeh bakal "anying kaduhung" pada waktunya (Karena semua bakal "anjir Nyesel" Pada waktunya.


Nah, itu dia lirik dan terjemah lagu Modal punya Stand Here Alone feat. Asep Balon....
Lirik dan terjemahannya sebetulnya udah ada di yutupnya, tapi... aku pengen iseng tulis dan terjemahin sendiri,,, karena mereka keren, dan pas sama selera musik aku...
Terima Kasih bagi yang sudah mampir, semoga rezeki kita semua berlimpah... Aamiin...

 

Senin, 15 Maret 2021

KASMARAN!!! karena lagu Moshimo Film ni Futari dake Nara dari Seven Billion dots


Sebuah rangkaian huruf yang memiliki makna asli sangat indah. Kata yang bila setiap makhluk alami khususnya manusia, mampu menjadikan dunia hanya berputar mengelilinginya. Seperti kita ketahui, bumi berotasi dan bulan mengikutinya. Bahkan saat bumi beserta kawan-kawan planet lainnya berevolusi mengelilingi matahari, bulan tetap mengikuti bumi. Putar, putar, putar, putar..., seperti benda langit yang berputar, begitulah kasmaran yang aku pikirkan.
 
Berbeda dengan salah satu band pengisi soundtrack ending ke-13 dari anime Boruto: Naruto the Next Generation, Seven Billion Dots (7b.). Lewat lagu yang berjudul "Moshimo Film ni Futari Dake Nara" (jika hanya ada kita berdua dalam sebuah film), mereka menggambarkan kasmaran dengan konsep yang sangat sederhana. Tidak seperti pikiranku yang berimajinasi terlalu jauh. Band yang digawangi oleh si kembar Ken dan Lyo Matsuzaki di Gitar dan Drum, ditambah dengan vokalis bersuara manis Masafumi, membuat lagu tersebut menjadi begitu lembut.
 
Menurut mereka, kasmaran itu ibarat film yang dibuat dengan hanya dia dan pasangannya yang menjadi pemeran utamanya. Jika kalian tonton sendiri video klipnya (https://youtu.be/rccJXJ6iX4E), disitu digambarkan pemerannya hanya dua orang saja, tidak lebih. Dengan cinta yang meluap, dengan naskah yang menjadi mahakarya terbaik, audio dan visual yang diatur sesuai dengan yang diinginkan, bahkan mereka (7b.) menyisipkan seluruh musim dengan segala keindahan dari kerinduan akan tetap bersama. Hanya saja, ending film tersebut masih dirahasiakan, sehingga membuat si 'aku' lebih-lebih menginginkan pasangannya itu. 
 
Walaupun ada yang mencoba memisahkan mereka dengan merobek bagian filmnya, si 'aku' akan tetap menyampaikan perasaannya tanpa dibumbui oleh acting apapun. Di akhir lagu, si 'aku' menginginkan pada bagian credit film dituliskan lirik akhir dari lagunya, yaitu kalimat " I always be with you, shin-ai nara anata'e...." (aku akan selalu bersamamu - untukmu yang tercinta).

Oh iya, lagu ini terdiri dari bahasa campuran Jepang dan Inggris. Tulisan ini hanya sebatas opini yang disampaikan dengan perasaan jatuh cinta pada lagunya. Aku sendiri bila mendengar lagu ini sedikitnya membuat hati berdebar dan merasa 'tersanjung'. Terima kasih kepada yang sudah membaca dan menyukai, dan mohon maaf bila tulisan ini tidak berkenan.
Arigatou...
Icha

Sabtu, 11 April 2020

Jatuh Cinta Wajar, Bego JANGAN!!! (part 1)

Well, kadang suka pengen ketawa kalo inget aku pernah bodoh. Kenapa aku bilang 'pernah', ya karena hal itu pernah terjadi dan sudah terlewati. Aku menangis sepanjang malam. Aku mengurangi porsi makan saat sahur dan berbuka. Aku bertengkar, membohongi, atau main belakang dari orang tua. Prestasi akademik pun pernah menjadi taruhan saat itu. Disini aku mau coba sharing beberapa pengalaman bodohku.

Jadi, pertama aku punya pacar itu waktu kelas VII. Pacar pertamaku adalah teman sekelasku. Oke, kita panggil dia si 'Jejen'. Jejen ini orangnya pendiam, tidak terlalu muncul di kelas, dan nggak keren-keren amat. Mungkin ya karena memang pada waktu itu aku baru mulai penjajakan dalam dunia percintaan, yang seperti apapun aku coba. (Ya Allah, berat banget bahasanya). Aku lupa siapa yang pertama memulai. Eh, tapi saat aku menulis ini sepertinya sel-sel pengingat dalam otakku bekerja dan mendadak menemukan sebuah ingatan bahwa ternyata aku yang memulainya. Singkatnya aku yang nembak pacar pertamaku itu. MEMALUKAN!!!!

Selain itu, kebodohan yang kulakukan adalah memberikan contekan dan mengerjakan setiap tugas yang diberikan guru kepada kami. Kalo boleh sombong sih, waktu itu aku merajai hampir seluruh mata pelajaran di kelasku. Jadi, ya bisa dibilang aku mencoba melakukan pembodohan publik dengan hal tersebut.

Singkat cerita aku putus sama si Jejen. Dia yang mutusin aku dengan alasan "kamu terlalu baik buat aku." Ya Ampun, aku ingin menulis kata-kata kasar disini. Aku jelas tak terima dengan keputusannya tersebut. Aku protes, tapi dia kukuh pada pendiriannya. Aku menyerah meyakinnya dengan kata, lalu aku mengganti strategi dengan tetap memberikan contekan dan mengerjakan tugas sekolahnya. Tapi, ya dia tetap menolak. Aku pun benar-benar menyerah.

Nah, yang ingin aku sombongkan disini adalah bagaimana aku terlibat dalam urusan asmara, namun itu tak mengganggu prestasi akademikku di sekolah. Selama di kelas VII aku tetap berada di puncak, tidak ada yang menjatuhkanku.

Singkat cerita, aku naik kelas dan ternyata masih sekelas dengan si Jejen. Sebelumnya, aku berada di kelas yang terpisah gedung dengan kakak- kakak kelasku. Tapi di kelas VIII ini aku berkesempatan berada dekat dengan mereka. Aku tak memiliki daya pikat yang tinggi dibanding teman-temanku. Aku bukan termasuk golongan anak yang cantik ataupun hits. Lingkaran pertemananku pun biasa saja. Hanya, mungkin karena aku tinggal di asrama aku jadi memiliki koneksi dengan kakak kelas yang lebih baik dibandingkan temanku.

Selain dengan kakak kelas, hubunganku dengan para adik kelas pun berjalan baik. Siapa juga yang gak tau sama aku, orang waktu (kala itu masih dikenal dengan) MOS aku menjadi panitia yang dianggap paling pintar (jhahaha, izinkan aku ketawa jahat). Kebodohanku juga terjadi disini. Kalian pastinya tahu istilah 'benci jadi cinta', dan Tuhan, aku juga mengalaminya disini.  Kita panggil dia dengan nama Buluk.

Aku sama si Buluk ini dekat pas kita suka nganter teman yang pacaran. Jadi, temanku sama temannya si Buluk itu pacaran. Dan juga dia teman dekat kakak-kakak asramaku. Tapi, saat cinta itu bersemi, aku balikan lagi sama si Jejen. Gak tau dah gimana perasaannya si Buluk. Aku balikan sama jejen, nggak lama. Ternyata, Jejen hanya menjadikanku sebagai koleksinya saja yang membantu dia dalam urusan sekolah. Tau dong gimana 'peka'nya aku sama tugas sekolah dia. Jejen jadiin aku cewek ketiganya dari lima cewek lainnya. Jelas aku marah dan mengakhiri hubungan kami. Sakit? Jelas! lha orang bilang kami ini secara fisik adalah pasangan paling serasi.

Tapi si Jejen pinter, dia terus meyakinkan aku bahwa itu cuma fitnah dan candaan dari teman-teman saja. Aku kembali jatuh dalam genggamannya. Hanya saja ada rasa yang mengganjal ketika aku melihat ke kelasnya si Buluk. Tiba-tiba saja bayangannya menari di kepalaku. Fiks, aku harus temui Jejen, biar hatiku tenang. Jejen ada di kelas, sebelum aku masuk, aku mendengar celotehan dia dan teman-temannya "bisa aja ya ini orang, si Icha asalnya ketiga jadi yang kelima" diiringi gelak tawa yang ada disana.

Seperti sudah kehilangan rasa yang seketika, aku panggil dia untuk keluar kelas. Aku bilang, "Jen, maaf ya mungkib buat sekarang kita ade kaka'an dulu aja ya... , jadi kita nggak putus silaturahmi. Makasih ya..." sambil tersenyum aku lalu meninggalkannya. Nggak tau apa lagi yang terjadi disana. Yang aku tau perasaanku lega sekarang.

(to be continued)
#kmp3
#kelasmenulisdiarpusSMI

Tentang Cinta

Apalah daya bila seorang sedang terkena virus cinta.
Hatinya berdebar bahagia, wajahnya sumringah merona, terlebih lagi kadang senyum tak pernah hilang dari bibirnya. Ya begitulah cinta. Dia mampu melihat apa yang biasa saja tampak luar biasa. Jika mata manusia hanya melihat visualisasi fisik yang berstandar keindahan umum, tapi dengan mata cinta akan memberikan rona berbeda pada objek tersebut.

Banyak pujangga yang terlahir berkat karyanya tentang cinta. Ya, cinta yang dituliskannya berdasarkan perasaan cinta itu sendiri. Mengapa bisa karya itu begitu indah? Bukan untuk mengejar laba belaka, mereka menuangkannya dengan cinta. Keindahan, pesona, kesenangan, kebahagiaan, cinta bisa menggambarkannya dengan ikhlas. Bahkan ketika dia menuliskan tentang rasa sakit, kekecewaan, kehilangan, kerinduan yang tak mungkin bertemu ujungnya, cinta bisa merasakannya.

Begitulah cinta.

Cinta mampu membuat orang waras menjadi gila, orang sehat menjdi sakit, orang kaya menjadi miskin, dan begitupun sebaliknya. Entah apa yang dikehendaki cinta. Cinta terlahir bagimana perspektif orang yang mencinta.
Dunia tanpa cinta itu tak mungkin. Tapi, cinta seperti apa dan bagaimana yang seharusnya itu?

Nyalindung,
ditulis dalam nyanyian sepi

#kmp3
#kelasmenulisdiarpusSMI

Kamis, 02 April 2020

Kembali

"Tuhan, jika ia pergi, artinya dia memang bukan untukku. Tapi, seandainya dia memang ditakdirkan untukku, bagaimana pun jalannya, ia kan menjadi milikku... ."

Seketika mataku terbuka begitu saja. Sambil beristigfar, aku kebingungan. Bagaimana bisa kalimat setengah sadar yang sempat kuucapkan, di bawah gerimis dekat pohon alpukat itu kembali menghantuiku. Kata-kata empat tahun lalu mengalir dari dasar hatiku. Tuhan, bolehkah aku mengumpat. Mengutuki kekonyolan yang pernah aku lakukan dulu?

Ku ambil gawai dengan niat mencari tahu pukul berapa sekarang. Sial, angkanya tertulis 23.32. Angka yang cantik, namun itu pasti mempengaruhi jadwal tidurku. Ingatan itu seenaknya muncul dan mengganggu istirahatku. Tapi kenapa ia datang super mendadak? Padahal kejadiannya sudah lama berlalu. Kenapa juga dulu aku sebodoh itu mengharapkan orang yang jelas-jelas menolakku, menganggap enteng pengakuanku, dan menilih pergi saat ku coba meletakan hatiku.

Arrrghh, kenapa aku juga baru sadar kalau ini malam jum'at? Malam keramat yang penuh kenangan saat aku menghitung setiap purnama bersamanya. Malam yang mana di persimpangan jalan kau menungguku disaksikan pohon belimbing. Malam dimana kita mencemari lingkungan dengan radiasi ponsel, sekedar untuk bertanya "Hai, apa kabar. Lagi apa? Gimana pekerjaannya?" Sukabumi - Surabaya jauh lho.

Aku mencoba kembali untuk memejamkan mataku. Rebahan terlentang, tarik selimut, berdoa, pejamkan mata, dan kembali terbuka. Coba balik samping kanan, ku tarik kaki untuk mengambil posisi nyaman, kembali berdoa, pejamkan mata, dan terbuka lagi. Hey, apa maumu. Bukankah hari esok banyak pekerjaan yang sudah menunggumu. Baju yang menunggu untuk dicuci. Peralatan masak yang menunggu dibersihkan. Rumah yang ingin di beri perawatan maksimal. Ah, biarlah. Yang aku tau aku hanya ingin tidur malam ini.